CARA Membuat "FTP di Windows Server 2003"

on 12/05/2011

File Transfer Protokol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file (mengupload atau mendownload file).
Tujuan FTP server adalah sebagai berikut :


1. Untuk men-sharing data.
2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
3. Untuk menyediakan teempat penyimpanan bagi user.
4. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.
Nah mungkin itu sekedar untuk materi penjelasan tentang FTP. Sekarang kita coba instal FTP di 2003 server. Yang harus disiapkan yah sudah pasti tentu saja OS Windows Server 2003. Kalau sudah siap ayo kita mulai saja yah. Oh ya jangan lupa memasukkan CD OS windows server 2003 karena dalam penginstalannya membutuhkan paket file dari CD OS Windows Server 2003 tersebut.
Langkah awal kita klik START -> Control Panel -> Add or Remove Program seperti gambar berikut.
FTP1
Setelah itu pilih Add/Remove Windows Component pada gambar kiri bawah menu Add/Remove Program. Setelah itu kita pilih Aplication Server dan klik detail seperti gambar berikut
FTP2
Setelah itu kita pilih Internet Information Servise (IIS) klik detail dan pilih File Transfer Protocol (FTP) Service seperti gambar berikut.
FTP3
FTP4
Setelah itu kita ok dan next-next saja samapai finish seperti gambar berikut :
FTP5
Nah dengan demikian baru saja kita selesai menginstal FTP di Windows Server 2003. Selanjutanya kita mengkonfigurasinya agar bisa kita gunakan untuk sharing file. Pertama kita buka START -> ADMINISTRATIVE TOOL -> INTERNET INFORMATION SERVICE (IIS) MANAGER dan akan muncul seperti gambar berikut :
FTP6
FTP7
Kita mengkonfigurasi dengan membuat konfigurasi baru dengan cara seperti gambar berikut :
FTP8
setelah ini muncul gambar seperti di bawah ini isikan description share yang anda mau saya mencontohkan dengan Share4All.
FTP10
Selanjutanya jika kita akan mengkonfigurasi port FTP default bisa kita next saja namun jika anda mau memberikan portnya silahkan saja sesuai keinginan anda asal jangan bentrok dengan port yang sudah ada.
FTP11
Berikutnya kita akan dihadapkan dengan 3 pilihan yaitu :
  1. Do not isolate users
  2. isolate users
  3. isolate users using active directory
Pilihan pertama maksudnya adalah user bisa mengakses di semua folder yang kita buat. Pilihan yang kedua user harus masuk melalui root directory. Pilihan ketiga untuk masuk ke FTP directory user harus sesuai dengan user yang terdapat pada Active Directory. Untuk kali ini saya pilih yang pertama agar kita bisa menggunakan file directory yang kita buat seperti gambar berikut :
FTP12
Selanjutnya kita buat folder sebagai FTP yang akan kita gunakan dengan memberikan hak user akses untuk user yang boleh menambahkan dan menghapus juga dengan everyone dengan hak yang diperlukan tentunya. Pada gambar di bawah ini kita arahkan ke folder yang baru saja kita buat tersebut seperti gambar berikut.
FTP13
Setelah itu muncul gambar yang akan menanyakan permision yang kita berikan untuk hak akses pada FTP site tersebut.
FTP14
Setelah itu kita next aja hingga finish dan selesai sudah proses instalasi dan konfigurasi kita.
FTP15
Selamat anda telah berhasil melakukan penginstalan serta konfigurasi. Jangan lupa untuk menonaktifkan service yang default atau menghapusnya juga tidak apa. Setelah itu silahkan di coba di browser anda dengan FTP://ipserver/
Mungkin untuk sekarang hanya itu ilmu yang bisa saya sharing jika ada yang kurang jelas bisa di tanyakan secara langsung kalau bisa saya jawab insya allah akan saya jawab secara langsung. Kurang lebihnya saya mohon maaf.

sumber:http://eiger-padlillah.blogspot.com/2010/12/cara-membuat-ftp-di-windows-server-2003.html
Baca Selengkapnya...

Perbedaan Product Microsoft: OEM, OLP dan FPP

on 11/30/2011

Perbedaan OEM, OLP dan FPP
OEM (Original Equipment Manufacturing). Lisensi pada produk OEM ini adalah melekat pada PC (computer). Lisensi pada produk ini tidak bisa ditransfer ke PC lain, jika terjadi kerusakan. Microsoft akan mencatat identitas prosesor dan motherboard. Sehingga jika terjadi kerusakan pada prosesor maupun motherboard, maka otomatis Sistem Operasi Windows XP/Vista yang sudah diinstall menjadi hangus.
Sedikit catatan berdasarkan pengalaman saya, bahwa saya pernah mempermasalakan hal ini ke orang Microsoft lewat e-mail dan telp (yaitu ke Mr. LMN, pada tgl 7 Nov 2007 yang lalu) bahwa menurutnya berdasarkan dokumen:

http://download.microsoft.com/download/4/e/3/4e3eace0-4c6d-4123-9d0c-c80436181742/OSLicQA.doc
Memang tidak diperbolehkan memindahkan lisensi dari satu PC ke PC lain. Beruntung saat itu saya berkesempatan menghubungi orang Microsoft lainnya, dan kebetulan tech support nya baik, sangat membantu mengatasi permasalahan saya. Saya jelaskan permasalahan saya kepada orang tersebut. Dengan alasan yg waku itu saya kemukakan, ada 1 perangkat PC dan saat itu rusak selesai instalasi dan aktifasi, sehingga harus mengganti mainboardnya, masakah menjadi hangus Windows yg baru setelah beberapa menit di install? Atas keluhan tersebut, Windows XP saya bisa dipindahkan ke perangkat yang lain. Jadi, tergantung kepada siapa tech support kita bicara.

Pada produk OEM, bahwa sertifikat (COA) itu harus ditempelkan pada PC, 1 lisensi berlaku hanya untuk 1 PC. Keuntungannya jika menggunakan OEM, harganya paling murah, karena tidak ada box dan juga buku.

OLP (Open License Pogram). Lisensi melekat pada organisasi atau perusahaan dan dapat ditransfer pada PC lain pada perusahaan yang sama. Syarat pembelian adalah 5 unit, bisa dicampur. Lisensi yang dijual adalah produk terbaru, tetapi jika software kita hanya bisa running di versi yang lama. Ini bisa didowngrade ke versi yang lebih rendah. Untuk pembelian OLP harus menyertakan data-data perusahaan seperti nama peusahaan pembeli, alamat, no telp, fax. Dan untuk prosesnya membutuhkan waktu 2 – 3 minggu.

FPP (Full Product Package). Lisensi melekat pada pembeli. Tidak perlu menempel sertifikat (COA), karena sertifikat sudah menempel di box. Bila terjadi kerusakan hardware, bisa dipindahkan ke PC lain. Satu lisensi hanya untuk 1 PC. Harganya lebih mahal dari OEM dan OLP.

Aktifasi dan registrasi.
Aktifasi untuk Microsoft WIndows, harus dilakukan sebelum 30 hari sejak penggunaan pertama kali. Untuk aktifasi Microsoft Office, harus dilakukan sejak pertama kali menjalan aplikasi tersebut. Sedangkan untuk registrasi, boleh dilakukan boleh juga tidak, tetapi dianjurkan registrasi.
Mengenai Windows 98
Saya perlu menanyakan masalah ini, mengingat di beberapa kantor yang saya tangani masih menggunakan sistem operasi ini. Masalahnya apakah boleh menggunakan WIndows 98 bajakan sementara versi originalnya sendiri sudah tidak diproduksi lagi oleh Microsoft? Sementara program-program yang ada hanya running dengan system operasi tersebut. Menurutnya si trainner, tetap tidak diperbolehkan, dan diharuskan menggunakan versi original WIndows XP / Vista. Lalu kalau program yg ada (misalnya) tidak bisa jalan jika menggunakan XP/Vista? Aturannya tetap tidak boleh, dan jika ada sweeping, tetap akan terkena.

Bolehkah menggunakan WIndows XP Home untuk dipergunakan di Kantor? Ternyata boleh-boleh saja. Untuk apa beli produk yang lebih mahal (WIndows XP/Vista Profesional, kalau yang hanya Home saja bisa). Jadi tidak ada masalah. Hanya saja memang ada beberapa fitur untuk keperluan corporate yang tidak bisa dijalankan jika menggunakan versi Home.

Sedangkan Office Home/Student, menurut si trainner tidak boleh digunakan di perusahaan. Hanya boleh digunakan di rumah. Lah, kalau rumahnya, rumah toko (ruko) boleh donk? he he he… Tetap tidak boleh, karena menurut salah seorang peserta, masalah ini terkait dengan komersial. Bukan terkait pada bentuk bangunan. Semoga informasi ini bermanfaat.


Sumber: http://harijonathan.wordpress.com/2008/09/18/perbedaan-product-microsoft-oem-olp-dan-fpp/

Baca Selengkapnya...

Setting User Manager Untuk Hotspot Di Mikrotik

on 7/31/2009

User Manager Mikrotik merupakan management system yang apat dipergunakan untuk memanage user sbb:

1. HotSpot users
2. PPP (PPtP/PPPoE) users
3. DHCP users
4. Wireless users
5. RouterOS users.

Pada tulisan kali ini akan sedikit diulas mengenai User Manager untuk hotspot user.


Sebelumnya paket hotspot dan dhcp server harus sudah terinstall dan dikonfigurasi terlebih dahulu pada Mikrotik RouterOS. Konfigurasi pada tulisan ini RouterOS terdiri atas 2 buah interface yaitu 1 Wlan dan 1 ethernet card. Ethernet card sebagai interface yang terhubung ke internet sedangkan wlan sebagai interface yang terhubung ke hotspot client. IP ethernet 116.17.235.0 dan IP wlan 192.168.1.1/24.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Set DHCP Server pada interface wlan
2. Set Hostpot

/ ip hotspot profile set hsprof1 use-radius=yes

3. Set Radius Client untuk User Manager menangani hotspot

/ radius add service=hotspot address=172.0.0.1 secret=diajar

Sebagai catatan pertama kali hotspot user autentifikasi akan membaca pada
database /ip hotspot user print. Remove data pada direktori ini agar utentifikasi
pada radius.

4. Install User Manager

- Buka system packages dari winbox atau terminal

/system/packages/print
- Jika belum ada paket user manager install dulu. Karena User-manager merupakan
paket terpisah dari router os MT. Pastikan versi outer OS sama dengan versi
paket user manager. Misalnya jika router os kita 2.9.50 maka paket user-manager
juga harus 2.9.50. Download dari http://www.mikrotik.com/download.html, pilih
salah paket user-manager-2.9.x.npk dari paket zip
- Upload via Program FTP Ke Mikrotik Server
- Reboot Mikrotik Server
- Cek system packages spt no 1, jika user manager belum aktif diaktifkan terlebih
dahulu kemudian reboot. Jika sudah aktif
- buka http://192.168.0.40/userman
- Jika sudah bisa terbuka halaman login user manager, berarti user manager sudah
aktif.

5. Buat Pada User Manager nama subcriber

/ tool user-manager customer add login="admin" password=12345 permissions=owner

6. Buat Hotspot Router

/ tool user-manager router add subscriber=admin ip-address=172.0.0.1 shared-
secret=diajar
* Ip-address dan secret harus sama dengan Ip-address dan secret di hotspot*

7. Buat User untuk Hotspot

/ tool user-manager user add username=asave password=admin subscriber=admin

Silahkan dicoba untuk konek hotspot dengan laptop dan User manager dapat diakses melalui http://192.168.0.40/userman. Menu-menu yang terdapat di dalamnya antara lain status login, add user, delete user, log dan lain-lain. Lengkapnya seperti ini http://wiki.mikrotik.com/wiki/User_Manager/Customer_page


Referensi:
kutipan/sumber:"http://fajar.uii.net.id/index.php?option=com_content&task=view&id=27"
http://wiki.mikrotik.com/wiki/MikroTik_User_Manager
http://wiki.mikrotik.com/wiki/User_Manager/Hotspot_Example

Baca Selengkapnya...

Cara Curi Foto Temen YM !!

on 6/19/2009

Mungkin anda pernah mengalami suatu saat anda Online di internet dengan menggunakan Yahoo Messenger atau lebih dikenal dengan YM. Misalnya anda ingin meminta foto temen anda tersebut sedangkan temen anda tidak mau memberikan fotonya pada anda.

pasti penasaran bagaimana caranya ...???


Ok dech daripada anda penasaran berikut saya coba share gimana caranya mencuri foto temen YM anda :

1. Buka Browser anda (Firefox mozzila atau Internet Explorer atau Opera)
2. Ketikan atau CoPas alamat berikut

http://img.msg.yahoo.com/avatar.php?yids=ID_YM_target

Ganti ID_YM_target dengan ID YM teman anda ..!!

Sebagai Contoh :
http://img.msg.yahoo.com/avatar.php?yids=contohYM_temen

3. Berdoalah semoga temen anda tidak marah


--------------- Selamat Mencoba ---------------



Baca Selengkapnya...

.:: Membuat Read More (Potongan Artikel) ::.

on 6/14/2009

Untuk Membuat Read More atau potongan artikel ikuti langkah berikut ini :

1. Login ke account blogger
2. Pertama, backup dulu template-mu, dengan klik Download Template
3. Trus pilih menu "Layout / Tata Letak --> Edit HTML"
4. Beri tanda centang pada kotak "Expand Widget Template"

5. Cari script berikut ini
<data:post.body/> atau <p><data:post.body/></p>
6. Hapus script diatas, lalu ganti dengan script di bawah ini

<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<style>.fullpost{display:inline;}</style>
<p><data:post.body/></p>
<b:else/>
<style>.fullpost{display:none;}</style>
<p><data:post.body/>
<a expr:href='data:post.url'><strong>Selengkapnya...</strong& gt;
</a></p>
</b:if>

7. Simpan Template


Langkah berikutnya:


1. Pilih menu "Setting / Pengaturan --> Formatting / Format"
2. Dibagian bawah ada kotak yang bertuliskan "Post Template (Template Posting)", isi text area kosong tersebut dengan kode di bawah ini :

<span class="fullpost">




</span>

3. Simpan Pengaturan


Cara Posting Artikel


1. Pilih menu Posting
2. Pilih menu "Edit HTML" bukan yang " Compose/Tulis", maka secara otomatis tampak kode yang telah kita setting tadi, yaitu :

<span class="fullpost">

</span>


3. Tuliskan artikel yang ingin tampak pada blog sebelum kode :<span class="fullpost">

4. Sedangkan sisa artikel sesudah kode di atas tadi dan sebelum kode : </span>

5. Terakhir publikasikan artikel-mu


Sumber: http://panduan-blogger-mania.blogspot.com/2009/03/membuat-read-more-potongan-artikel.html

Baca Selengkapnya...